Rabu, 01 September 2010

HIV Dan AIDS

Apakah HIV itu ?
HIV, yang merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus adalah Virus penyebab AIDS
  • HIV terdapat di dalam cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi seperti di dalam darah, air mani atau cairan vagina
  • Sebelum HIV berubah menjadi AIDS, penderitanya akan tampak sehat dalam waktu kira-kira 5 sampai 10 tahun.
  • Walaupun tampak sehat, mereka dapat menularkan HIV pada orang lain melalui hubungan seks yang tidak aman, tranfusi darah atau pemakaian jarum suntik secara bergantian.
Bagaimana HIV ditularkan ?
HIV dapat ditularkan melalui 3 cara, yaitu :
  • Hubungan seks (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindungi dengan orang yang telah terinfeksi HIV.
  • Transfusi darat atau penggunaan jarum suntik secara bergantian.
  • Melalui Alat Suntik.
HIV tidak ditularkan melalui jabatan tangan, sentuhan, ciuman, pelukan, menggunakan peralatan makan/minum yang sama, gigitan nyamuk, memakai jamban yang sama atau tinggal serumah.
Gejala-Gejala AIDS
  • Merasa kelelahan yang berkepanjangan
  • Deman dan berkeringat pada malam hari tanpa sebab yang jelas.
  • Batuk yang tidak sembuh-sembuh disertai sesak nafas yang berkepanjangan.
  • Diare/mencret terus-menerus selama 1 bulan
  • Bintik-bintik berwarna keungu-unguan yang tidak biasa
  • Berat badan menurun secara drastis lebih dari 10% tanpa alasan yang jelas dalam 1 bulan.
  • Pembesaran kelenjar secara menyeluruh di leher dan lipatan paha.
Bagaimana mengetahui Orang yang Sudah Terinfeksi HIV ?
Hanya melalui penglihatan, Anda tidak bisa tahu apakah seseorang sudah terinfeksi HIV atau tidak.
  • Pada kenyataannya, pengidap HIV terlihat sangat sehat.
  • Satu-satunya cara untuk mengetahui hai ini adalah melalui tes darah HIV
  • Di Indonesia, terdapat cukup banyak LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang dapat membantu
  • Anda untuk mendapatkan pelayanan tes darah.
TES HIV
Orang yang terinfeksi HIV tidak dapat diketahui dari penampilan fisiknya saja karena orang tersebut terlihat seperti orang sehat lainnya. Jadi, untuk menentukan seseorang terinfeksi HIV atau tidak harus dilakukan pemeriksaan darah.
Pemeriksaan darah bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya anti bodi HIV di dalam darah. Antibodi HIV ini dihasilkan oleh tubuh sebagai reaksi system kekebalan tubuh terhadap infeksi HIV. Oleh sebab itu, pemeriksaan ini lebih tepat disebut "Tes Antibodi HIV" bukan tes AIDS.
Perlukan Tes HIV ?
Jika anda merasa memiliki kemungkinan terinfeksi HIV, maka sebaiknya segera memeriksakan diri. Hal ini penting untuk memastikan status anda. Jika anda positif, dapat segera dilakukan perawatan kesehatan lebih lanjut yang intensif agar dapat menjaga kondisi dan mencegah penularan kepada orang lain.

Melindungi Diri Dari HIV/AIDS
  • Jangan melakukan hubungan sesk dengan pasangan yang anda tidak ketahui kondisi kesehatannya.
  • Hindari berganti-ganti pasangan seksual.
  • Gunakanlah kondom dalam melakukan hubungan seks, jika salah satu atau keduanya terinfeksi HIV
  • Jika membutuhkan transfusi darah, mintalah kepastian bahwa darah yang akan diterima bebas HIV
  • Gunakan alat suntik sekali pakai
  • Hindari mabuk-mabukan dan narkotik yang membuat Anda lupa diri.
Bagaimana caranya untuk tes HIV ?
  • Sebelum anda memeriksakan diri, konsultasilah terlebih dahulu kepada konselor atau tenaga kesehatan yang berpengalaman.
  • Ketahui dan pahami pengertian HIV/AIDS, faktor resiko dan cara penularan, introspeksi diri dan cara pencegahannya.
  • Apabila anda sudah yakin dan siap menerima segala resiko dan test HIV, silahkan periksa.
  • Pilihlah pemeriksaan tanpa identitas untuk menjaga kerahasiaan anda.
  • Test HIV dapat dilakukan dirumah sakit atau laboratorium kesehatan yang melayani Test HIV sesuai rujukan dari konselor anda (Tempat konsultasi dapat dilihat pada brosur ini)
  • Konsultasikan kembali hasil tes tersebut dan minta penjelasan arti dari hasil tes tersebut kepada konselor atau tenaga kesehatan yang berpengalaman.
  Apakah AIDS itu ?
AIDS yang merupakan kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sindroma menurunkan kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV.
  • Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit, karena sistem kekebalan di dalam tubuhnya telah menurun.
  • Sampai sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan AIDS.
  • Agar dapat terhindar dari HIV/AIDS, anda harus tahu bagaimana cara penularan dan pencegahannya.
  Apakah IMS itu ?
IMS (Infeksi Menular Seksual) sering juga disebut penyakit Kelamin, yaitu penyakit-penyakit yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks atau hubungan kelamin.
orang yang mengidap IMS memiliki resiko yang lebih besar untuk terinfeksi HIV, karena luka yang terbuka memberikan jalan masuk bagi HIV.
HIV terutama ditularkan lewat hubungan seks, karena itu HIV juga termasuk jenis IMS.
  Apakah Tanda-tanda atau Gejala-gejala IMS ?
Beberapa tanda atau gejala IMS adalah sebagai berikut :
  • Ada cairan yang keluar dari penis, vagina atau dubur. Terasa pedih atau panas sewaktu buang air kecil dan/atau melakukan hubungan seks.
  • Nyeri di perut bagian bawah (wanita), buah pelir (laki-laki), serta pantat dan kaki. Pada wanita seringkali gejala ini tidak dirasakan, walaupun sebenarnya sudah terkena IMS.
  • Melepuh, lecet, kutil, ruam dan/atau pembengkakan di sekitar kelamin, alat kelamin dan/atau mulut.
  • Gejala seperti itu juga meliputi demam, pusing nyeri otot dan/atau pembengkakan kelenjar.
  • Jika anda merasakan salah satu tanda atau gejala diatas, segera periksa diri ke dokter   atau layanan kesehatan terdekat.

Demokrasi Di Indonesia

Bisa dikatakan bahwa Indonesia sangat berpotensi menjadi kiblat demokrasi di kawasan Asia, berkat keberhasilan mengembangkan dan melaksanakan sistem demokrasi. Menurut Ketua Asosiasi Konsultan Politik Asia Pasifik (APAPC), Pri Sulisto, keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi bisa menjadi contoh bagi negara-negara di kawasan Asia yang hingga saat ini beberapa di antaranya masih diperintah dengan ‘tangan besi’. Indonesia juga bisa menjadi contoh, bahwa pembangunan sistem demokrasi dapat berjalan seiring dengan upaya pembangunan ekonomi.
Ia menilai, keberhasilan Indonesia dalam bidang demokrasi yang tidak banyak disadari itu, membuat pihak luar termasuk Asosiasi Internasional Konsultan Politik (IAPC), membuka mata bangsa Indonesia, bahwa keberhasilan tersebut merupakan sebuah prestasi yang luar biasa. Prestasi tersebut juga menjadikan Indonesia sangat berpotensi mengantar datangnya suatu era baru di Asia yang demokratis dan makmur.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono yang akrab disapa SBY menerima anugerah medali demokrasi. SBY pun memaparkan panjang lebar perjalanan demokrasi Indonesia. Menurutnya, demokrasi Indonesia merupakan jawaban terhadap skeptisme perjalanan demokrasi di negeri ini. Beliau pun mencontohkan beberapa nada skeptis yang ditujukan kepada Indonesia. Pertama, demokrasi akan membawa situasi kacau dan perpecahan. Demokrasi di Indonesia hanyalah perubahan rezim, demokrasi akan memicu ekstrimisme dan radikalisme politik di Indonesia.
Beliau pun menambahkan bahwa demokrasi di Indonesia menunjukkan Islam dan moderitas dapat berjalan bersama. Dan terlepas dari goncangan hebat akibat pergantian 4 kali presiden selama periode 1998-2002, demokrasi Indonesia telah menciptakan stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Selain itu, Indonesia juga telah berhasil menjadi sebuah negara demokrasi terbesar di dunia dan melaksanakan pemilu yang kompleks dengan sangat sukses.
Meski pada awalnya banyak yang meragukan pelaksanaan demokrasi di Indonesia, kenyataannya demokrasi di Indonesia saat ini telah berusia 10 tahun dan akan terus berkembang. Sebagian orang pernah berpendapat bahwa demokrasi tidak akan berlangsung lama di Indonesia, karena masyarakatnya belum siap. Mereka juga pernah mengatakan bahwa negara Indonesia terlalu besar dan memiliki persoalan yang kompleks. Keraguan tersebut bahkan menyerupai kekhawatiran yang dapat membuat Indonesia chaos yang dapat mengakibatkan perpecahan.
Sementara itu, mantan wakil perdana menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang turut hadir menyebutkan bahwa demokrasi telah berjalan baik di Indonesia dan hal itu telah menjadikan Indonesia sebagai negara dengan populasi 4 besar dunia yang berhasil melaksanakan demokrasi. Hal ini juga membuat Indonesia sebagai negara berpenduduk Islam terbesar di dunia yang telah berhasil menerapkan demokrasi. Dia juga berharap agar perkembangan ekonomi juga makin meyakinkan sehingga demokrasi bisa disandingkan dengan kesuksesan pembangunan. Hal tersebut tentunya bisa terjadi bila demokrasi dapat mencegah korupsi dan penumpukan kekayaan hanya pada elit tertentu.
Demokrasi, menurut Anwar Ibrahim, adalah pemberian kebebasan kepada warga negara, sedangkan kegagalan atau keberhasilan ekonomi menyangkut sistem yang diterapkan.

Globalization and Education

Globalization and Education is an internet resource aimed at providing diverse perspectives on ways in which education is being shaped by global processes.
Developed by a collective of research students at the University of Illinois , Urbana-Champaign, this website provides space for everyone to dialogue pertinent issues relating to globalization and education. Along with debates about globalization, this website also presents teaching and research resources that can be incorporated by teachers in their curriculum. Through our conversations we hope to build the critical, creative commons--a civic space developed to resist destructive consequences of globalization and to engage with its progressive potential.

 

NEW TO THIS SITE: Students Projects
The program in Global Studies in Education is pleased to post here student projects on how issues of globalization are steering shifts in educational policies around the world.

 

The Conference invites proposals from the introductory through advanced level on
all topics related to:
(1) the use of information technology in teacher education, and
(2) instruction about information technology in
• Preservice • Graduate Teacher Education
• Inservice • Faculty & Staff Development
Proposals which address the theory, research and applications as well as describe
innovative projects are encouraged.
Due October 21

 

State Teacher Policy Yearbook 2007
The latest, issued of the State Teacher Policy Yearbook by the National Council on Teacher Quality, a Washington-based advocacy group.
An article about the report at the Chronicle of Higher Education says that "the report indicates that in most states, teachers, unlike members of many other professions, are not required to receive annual performance reviews. Also, states are failing to hold schools of education accountable on such measures as the quality of their graduates".
Some of the findings in the report are:
  • State policies are remarkably inflexible and outdated.
  • States are not paying enough attention to who goes into teaching.
  • States do not appropriately oversee teacher preparation programs.
  • States use false proxies as measures of teacher quality.
  • States do not appreciate the dual nature of licensing tests.
  • States continue to neglect content preparation for teachers
  • States do not ensure that special education teachers are well-prepared to teach students with disabilities.

Globalisation, Societies and Education

Globalisation, Societies and Education aims to fill the gap between the study of education and broader social, economic and political forces by analysing the complexities of globalisation. The journal seeks to provide means for affecting, as well as reflecting the experiences, distribution, contributions and outcomes of education at all levels and in all settings.
Globalisation, Societies and Education represents scholarly analysis carried out from a variety of disciplinary perspectives, including sociology, philosophy, politics, geography, history, economics, management and comparative studies as applied to education and its related fields. We welcome articles drawing on empirical research, comparative and single system case studies and theoretical explorations in the broad area of the relationships between globalisation, societies and education.
In addition, Globalisation, Societies and Education seeks to encourage and include more innovative means for communicating information, ideas, debates and arguments on globalisation, education and societies. The journal will include interviews with prominent intellectuals, activists and leaders, website reviews, commentaries on debates and will offer opportunities for the expression of a range of viewpoints.
Topics of particular interest to the journal will include:
  • the effects of globalisation on education and training in particular countries, regions and institutions;
  • the subjects of these processes, including global (e.g. World Bank, OECD, UNESCO) and regional organisations (e.g. EU, APEC, NAFTA), and NGOs;
  • new technologies, new modes of e-learning and new identities;
  • globalisation, education and 'development'
  • globalisation and languages;
  • lifelong learning and the knowledge economy;
  • globalisation, education and cultural change;
  • changing labour markets, labour mobility, skills and education;
  • migration flows and education;
  • new institutional forms;
  • education as a global commodity/service;
  • social movements, labour movements and strategies for change.

Peer Review Policy:All research articles in this journal have undergone rigorous peer review, based on initial editor screening and anonymized refereeing by at least two anonymous referees.

Disclaimer for Scientific, Technical and Social Science publications:Taylor & Francis makes every effort to ensure the accuracy of all the information (the “Content”) contained in its publications. However, Taylor & Francis and its agents and licensors make no representations or warranties whatsoever as to the accuracy, completeness or suitability for any purpose of the Content and disclaim all such representations and warranties whether express or implied to the maximum extent permitted by law. Any views expressed in this publication are the views of the authors and are not the views of Taylor & Francis.

Metode Pembelajaran

Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.
Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah.
Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:
1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
2. Berpikir dan bertindak kreatif.
3. Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
4. Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
5. Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
6. Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
7. Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:
1. Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.

 Metode Team Games Tournament (TGT)
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.
Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
Ada5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu:
a. Penyajian kelas
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.
b. Kelompok (team)
Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.
c. Game
Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.
d. Turnamen
Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.
e. Team recognize (penghargaan kelompok)
Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40
11. Model Student Teams – Achievement Divisions (STAD)
Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti.
Langkah-langkah
a. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.).
b. Guru menyajikan pelajaran.
c. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti
d. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
e. Memberi evaluasi.
f. Penutup.
Kelebihan:
  1. Seluruh siswa menjadi lebih siap.
  2. Melatih kerjasama dengan baik.
Kekurangan:
  1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan.
  2. Membedakan siswa.
 Model Examples Non Examples
Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD.
Langkah-langkah:
  1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
  2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP.
  3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar.
  4. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
  5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
  6. Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
  7. Kesimpulan.
Kebaikan:
  1. Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar.
  2. Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.
  3. Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.
Kekurangan:
  1. Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.
      2.Memakan waktu yang lama. 

Think Pair And Share (Frank Lyman, 1985)
Langkah-langkah :
a. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
b. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru
c. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
d. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
e. Berawal dari kegiatan tersebutmengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diuangkapkan para siswa
f. Guru memberi kesimpulan
g. Penutup

Masalah Pada Mata

Masalah pada Mata

Penampilan mata Anda tentu harus dijaga agar tetap menarik dan cantik. Mata dapat menyampaikan banyak hal, termasuk kepribadian Anda. Karena itu, analisalah masalah yang terjadi pada mata Anda jika mulai terlihat tidak menarik. Beberapa masalah yang umumnya terjadi pada penampilan mata antara lain dijelaskan di bawah ini.
  • Lingkaran hitam

    Salah satu penyebabnya adalah karena faktor keturunan, sedangkan penyebab yang tidak dihindari adalah karena usia. Seiring bertambahnya umur, lingkaran di seputar mata makin menggelap.

    Kurang tidur juga dapat menyebabkan timbulnya lingkaran hitam ini, atau polusi dan stres.
  • Kantung mata

    Kantung mata sebenarnya adalah cairan tubuh atau lemak yang tidak dapat dibuang dengan sempurna. Hal ini cukup mengganggu karena membuat mata terlihat bengkak.
  • Kerutan

    Faktor utamanya adalah karena pertambahan usia yang mengakibatkan kurangnya kandungan kolagen dan mengurangi elastisitas kulit. Walau secara biologis umur seseorang belum tua, tetapi penuaan dini dapat terjadi pada siapa saja. Penyebabnya adalah sinar matahari yang berlebihan dan dehidrasi.

Mata Indah

Setelah mengetahui beberapa masalah yang terjadi pada penampilan mata, maka bagaimana caranya agar mata Anda tetap tampil menarik? Agar terhindar dari masalah-masalah penampilan mata tersebut dan menjaga mata tetap berbinar, Anda dapat melakukan pencegahan dan melakukan berbagai perawatan untuk mata. Perawatannya mudah dan dapat dilakukan di rumah. Berikut ini beberapa tips kecantikan untuk membuat mata tetap indah.
  • Bersihkan mata dari kosmetik sebelum tidur

    Bila tidak dibersihkan, sisa kosmetik akan menyumbat pori-pori. Untuk membersihkan bagian mata, sebaiknya gunakan pembersih mata khusus mata, karena mata memiliki bagian yang lebih sensitif dibandingkan bagian wajah lain. Atau gunakan susu murni untuk membersihkannya. Setelah itu, oleskan krim mata yang akan membantu merawat mata pada malam hari.
  • Lindungi mata dari sinar matahari

    Saat beraktivitas di siang hari di luar ruangan, pastikan untuk menggunakan tabir surya atau gunakan eye gel untuk untuk menyegarkan mata. Sebaiknya, gunakan kacamata yang dapat melindungi dari sinar ultraviolet, atau gunakan payung atau topi.
  • Cukup minum air putih

    Hal ini dapat mencegah terjadinya dehidrasi yang berarti dapat mencegah timbulnya keriput pada mata.
  • Konsumsi buah dan sayuran

    Kandungan mineral, vitamin pada buah merupakan nutrisi yang berguna untuk kecantikan mata, disamping juga bermanfaat untuk kulit dan kesehatan tubuh. Terutama, kandungan vitamin C pada buah atau sayur dapat membantu pembentukan kolagen yang menambah elastisitas mata.
  • Hindari untuk mengucek mata

    Apabila tangan yang kotor digunakan untuk mengucek mata, hal ini dapat menyebabkan iritasi mata.
  • Kompres mata

    Kompres menggunakan potongan kentang atau mentimun selama 10 menit berguna untuk mengurangi lingkaran hitam. Untuk memperlancar peredaran darah pada mata, mata dapat dikompres menggunakan es batu dan diusapkan di sekeliling mata. Sebagai antiseptik untuk mata, masukkan daun sirih pada air panas, dan biarkan uap air mengenai mata Anda.
Setelah melakukan perawatan mata, perhatikan juga kebiasaan Anda sehari-hari karena kebiasaan buruk seseorang dapat memicu penuaan dini. Antara lain kebiasaan merokok, stres, kurang tidur, atau alergi pada kosmetik tertentu. Perhatikan juga tanggal kadaluwarsa kosmetik agar tidak mengalami iritasi.
Mata dapat mengkomunikasikan sikap dan emosi kita. Mata bisa menunjukkan kekagetan atau ketakutan. Bahkan mata dapat mencerminkan keibaan hati atau perasaan kasih sayang. Kadang-kadang, mata dapat menyatakan keraguan atau kepedihan. Mata bisa berbicara. Oleh karena itu, jadikan mata Anda menjadi mata indah yang mempesona.

Tips Membersihkan Wajah

Tips Membersihkan Wajah

Memiliki wajah bersih selain memperindah penampilan juga baik untuk kesehatan. Bagaimana cara membersihkan wajah? Berikut ini tips membersihkan wajah.
  • Cuci tangan, agar kotoran yang menempel pada telapak tangan Anda dapat segera disingkarkan. Tangan yang kotor malah membuat wajah menjadi kotor.
  • Basuh wajah Anda dengan menggunakan air hangat. Ini membantu membuat pori-pori menjadi terbuka sehingga kotoran dapat dengan lebih baik dikeluarkan. Kemudian keringkan dengan menggunakan handuk.
  • Gunakan pembersih wajah dan gunakan dengan cara membentuk arah melingkar pada wajah. Diamkan selama beberapa saat, kira-kira 1 menit, kemudian keringkan dengan menggunakan handuk kecil atau tisu.
  • Setelah pembersih wajah dibersihkan, gunakan air dingin untuk membasuh wajah. Tujuannya agar pori-pori wajah tertutup lagi.
  • Langkah terakhir dalam membersihkan wajah adalah dengan menggunakan toner. Kapas yang telah dibasahi toner kemudian ditepuk-tepukan pada wajah.
Ternyata tidak sulit membersihakan wajah. Namun kadangkala rasa malas yang menyerang atau cara yang kurang efektif membuat wajah tidak bersih sempurna dan akhirnya ditinggali jerawat atau komedo. Tetapi, dengan meluangkan sedikit waktu, Anda dapat mengetahui teknik membersihkan wajah.